Selasa, 03 November 2009

Mobil Hibrida "Plug-in" Alternatif Utama

Sampai saat ini, Toyota Motor Corporation menilai, mobil hibrida plug-in merupakan mobil alternatif utama bagi mobil yang menggunakan mesin pembakaran dalam yang menggunakan bensin sebagai bahan bakar. Mobil hibrida plug-in tidak memerlukan infrastruktur tambahan. Dengan demikian, begitu keluar dari pabrik, mobil itu langsung dapat
digunakan. Berbeda dengan mobil listrik dan mobil fuel cell yang memerlukan pembangunan infrastruktur tambahan.
Demikian pendapat Masato Kawai, Project Manager R&D Management
Division Toyota Motor Corporation, dalam perbincangan dengan wartawan
Indonesia di Tokyo, Jepang, Selasa (20/10) malam.


Ia menegaskan, mobil listrik, sampai saat ini, jarak jelajahnya
sangat terbatas dan waktu pengisian kembali tenaga listriknya sangat
lama (6-7 jam) sehingga dianggap kurang praktis untuk menggantikan
mobil yang menggunakan mesin pembakaran dalam, yang jarak jelajahnya
bisa dikatakan tidak terbatas. Selain itu, performa mobil listrik
jugabelum dapat menandingi mobil bermesin pembakaran dalam.
Sementara mobil fuel cell dari segi kepraktisan tidak kalah
daripada mobil bermesin pembakaran dalam karena jarak jelajahnya juga
tak terhingga. Namun, untuk mengoperasikan mobil fuel cell diperlukan
hidrogen dan juga perlu dibangun stasiun pengisian hidrogen di tempat
yang strategis. Dan, itu tentunya memerlukan investasi yang tidak
sedikit.
Yang paling praktis, paling tidak untuk saat ini, adalah mobil
hibrida plug-in. Pada mobil hibrida plug-in, yang berfungsi sebagai
penggerak adalah motor listrik yang memperoleh tenaga listrik dari
baterai, sedangkan mesin pembakaran dalam yang menggunakan bensin
hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi tenaga listrik di
baterai jika persediaan menipis.
Pada saat mobil diparkir dirumah atau di kantor untuk waktu yang
lama, pengisian baterai bisa dilakukan dengan mencolokkan steker ke
stop kontak.
Jika pengisian baterai belum mencukupi dan mobil sudah harus
digunakan, fungsi pengisian tenaga listrik akan diambil alih oleh
mesin pembakaran dalam. Sama seperti mobil konvensional, jarak jelajah
mobil hibrida plug-in tidak terbatas. Mengingat mobil hibrida plug-in
memiliki sumber listriknya sendiri, yang pengisian bahan bakarnya
dapat dilakukan di SPBU yang sudah ada. Demikian juga stop kontak di
rumah atau di kantor.
Karena mesin pembakaran dalam pada hibrida plug-in hanya digunakan
sebagai generator, kapasitasnya tidak besar sehingga hemat dalam
mengonsumsi bahan bakar dan emisinya ramah lingkungan.
Persoalannya adalah mobil hibrida plug-in perlu bahan bakar lain
jika cadangan minyak mentah di perut bumi sudah habis. Mungkin bio-
fuel bisa merupakan alternatif bahan bakar.(JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 23 Oktober 2009, halaman 36

Label:

Selasa, 29 September 2009

VW L1, Mobil Diesel Hibrida Konsep

Tanggal 15 September 2009, Volkswagen meluncurkan L1, sebuah mobil hibrida yang berbasis mesin diesel di Frankfurt Motor Show 2009. Mobil yang terbuat dari aluminium dan serat karbon itu hanya berbobot 380 kilogram, sanggup menempuh perjalanan sejauh 80,35 kilometer hanya dengan 1 liter solar, dan mengeluarkan emisi CO2 hanya 39 gram per kilometer.


Dengan sosok rendah seperti Lamborghini dan lebar 1,2 meter nilai aerodinamis atau hambatan tahanan angin (drag coefficient) L1 hanya 0,195. Dari mobil produksi massal yang ada di pasar saat ini, hanya Mercedes Benz E-Class Coupe yang nilai aerodinamisnya mendekati, yakni hanya 0,24 Cd. Namun bentuk L1yang melandai (streamline), membuat dua orang yang berada di dalamnya duduk tandem (depan belakang), dan masuk melalui atap (canopy) yang dioperasikan secara elektrik. Sebagai mobil hibrida, VW L1 menggabungkan antara mesin diesel mungil dan motor listrik (electric motor). Mesin diesel yang disandang berkapasitas 800 cc, 2 silinder, dan dilengkapi dengan teknologi commonrail. Mesin menghasilkan tenaga maksimum 29 PK dan torsi maksimum 100,3 Nm pada 1.900 rpm. Pada mode ’eco’ tenaga maksimum yang dicapai 27 PK pada 4.000 rpm. Sebuah motor listrik dengan tenaga 14 PK memungkinkan mobil melaju tanpa mengeluarkan emisi sama sekali untuk perjalanan jarak dekat. Dan, pada saat mobil berakselerasi, motor listrik itu meningkatkan torsi sebesar 40 persen. Performa VW L1 biasa-biasa saja. Kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti dicapai dalam waktu 14,3 detik. Kecepatan maksimumnya 160 kilometer perjam. Dan, dengan tangki yang berisi 10 liter solar, L1 dapat menempuh perjalanan sejauh 670 kilometer.

Label:

Kamis, 27 Agustus 2009

Lexus HS 250h yang Dihebohkan

Internet heboh dengan kehadiran dengan kehadiran Lexus HS 250h, yang disebut-sebut sebagai versi Lexus dari Toyota Prius. Namun, pendapat itu dibantah karena Lexus HS 250h memang berbeda dengan Toyota Prius.
Persamaan Lexus HS 250h dengan Toyota Prius hanya pada sama-sama mengandalkan motor listrik sebagai penggerak, sementara mesin kovensional (mesin pembakaran dalam) yang menggunakan bensin sebagai bahan bakar hanya berfungsi membantu motor listrik yang memperoleh daya lsitrik dari baterai.



Namun, hanya itu persamaannya. HS 250h menggunakan mesin konvensional milik Toyota Avensis yang beredar di Eropa, yakni mesin bensin berkapasitas 2.4 Liter, 4 silinder segaris. Sedangkan Prius menggunakan mesin bensin berkapasitas 1.8 Liter, 4 silinder segaris. Selain itu, transmisi hibrida, motor generator, dan sistem kontrol elektroniknya juga berbeda.
Suspensi HS 250h jauh lebih baik ketimbang suspensi Prius, demikian juga sistem anti-getaran dan kesenyapan di kabin. Pendeknya, sebagai mobil hibrida, HS 250h dilengkapi semua perlengkapan kelas atas yang dimiliki sebuah Lexus, termasuk tentunya sound system kelas atas, Mark Levinson®.
Sebagai tambahan (di Amerika Serikat), pemilik HS 250h menerima semua keistimewaan yang didapat oleh pemilik Lexus, yakni bantuan jika mobil mengalami kerusakan, peminjaman mobil dari dealer jika mobil mengalami kerusakan, valet parking di semua dealer Lexus, serta perlakukan-perlakuan istimewa lainnya.
Dibandingkan dengan segmen sedan premium sekelasnya, Lexus HS 250h jauh lebih murah. Dengan konsumsi bensin, 1 liter untuk menempuh perjalanan sejauh 15,1 kilometer di dalam kota, Lexus HS 250h jauh lebih irit dibandingkan dengan mobil-mobil diesel premium yang ada di Amerika Serikat.
Bahkan, emisi Lexus HS 250h sekitar 70 persen lebih bersih ketimbang emisi rata-rata mobil-mobil baru, dan delapan kali lebih bersih daripada mobil-mobil diesel yang bersih.(JL)


Artikel ini dimuat di Harian Kompas, 28 Agustus 2009, halaman 52


Label:

Jumat, 25 Juli 2008

Mobil Hibrida dari General Motors


Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, John McCain, berkunjung ke Volt Design Center di General Motors Technical Center di Warren, Michigan, 18 Juli lalu. John McCain yang didamping Chief Executive Officer General Motors Rick Wagonen sempat menyaksikan Chevrolet Volt, yang merupakan mobil hibrida dari General Motors.



Walaupun General Motors menyebut Volt sebagai mobil listrik,
sesungguhnya Volt adalah mobil hibrida. Pada merek-merek lain, mobil
serupa dengan Volt dikenal dengan nama hibrida plug-in.
Volt dilengkapi dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion
engine
) yang menggunakan bensin sebagai bahan bakar.
Hanya saja, mesin bensin berkapasitas 1.0 Liter, 3 silinder
segaris, yang menghasilkan tenaga maksimum 71 PK itu tidak mempunyai
hubungan mekanis dengan roda, seperti mobil hibrida konvensional.
Volt sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik bertenaga 161 PK
yang mendapatkan tenaga listrik dari baterai lithium-ion. Mesin bensin
yang beroperasi pada 1.800 putaran mesin per menit (rpm) itu hanya
berfungsi sebagai generator listrik untuk memasok (mengisi ulang)
listrik pada baterai lithium-ion yang bertugas menjalankan motor
listrik. Dengan demikian, mesin bensin secara otomatis hidup jika
persediaan listrik di baterai berkurang. Dan, setelah baterai terisi
penuh, mesin bensin secara otomatis mati.
Baterai juga dapat diisi dengan mencolokkan steker ke dalam stop
kontak di rumah, kantor, atau tempat-tempat lain yang menyediakan
listrik dengan tegangan 110-220 volt, dengan waktu pengisian sela- ma
6-6,5 jam. Kabel dengan steker terdapat di bagian kiri dan kanan mobil
sehingga memudahkan pengisian ulang dilakukan.

Tidak hidup sama sekali
Dengan sepenuhnya mengandalkan baterai, jarak tempuh Volt hanya
sekitar 64 kilometer per jam. Dengan rata-rata jarak tempuh orang di
bawah 64 kilometer per hari, bisa dikatakan mesin bensin yang
disandang Volt tidak hidup sama sekali sehingga tidak ada CO2 yang
dilepaskan ke udara.
Dengan dibantu mesin bensin yang tangkinya terisi penuh sebanyak
45,4 liter, Volt dapat melakukan perjalanan sejauh 1.030 kilometer.
Volt dapat juga menggunakan bensin yang dicampur dengan etanol
sebagai bahan bakar, sampai maksimal 85 persen (E85), tanpa perlu
dilakukan modifikasi mesin.
Volt dapat berakselerasi 0-100 kilometer per jam, ditempuh dalam
waktu 8,7 detik.
Volt pertama kali dimunculkan di Detroit Motor Show pada tanggal 7
Januari 2007. Namun, untuk memiliki mobil tersebut, orang masih harus
menunggu selama dua tahun karena diperkirakan mobil tersebut baru akan
diproduksi pada tahun 2010.(JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 25 Juli 2008, halaman 44


Label:

Senin, 14 Januari 2008

Lampu Hijau bagi Mercedes Hibrida

Mercedes Benz agaknya tidak membiarkan Toyota dan Honda
menguasai pasar mobil hibrida (hybrid car), atau mobil yang
menggabungkan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine)
dengan motor listrik. Mengingat sampai tahun 2009, Mercedes Benz akan
meluncurkan tidak kurang dari tujuh model mobil hibrida ke pasar.
S400 yang berkategori sedan dan ML450 yang berkategori sport utility vehicle (SUV) merupakan dua di antara tujuh model mobil
hibrida yang akan diluncurkan oleh Mercedes Benz. Bahkan, disebut-
sebut bahwa Mercedes Benz juga akan membuat mobil hibrida yang
menggunakan mesin diesel, sesuatu hal yang belum dilakukan oleh
perusahaan-perusahaan pembuat mobil Jepang.



S400 merupakan mobil hibrida mild yang dilengkapi dengan motor
listrik 15 kW (20 PK) yang mendapatkan tenaga listrik dari baterai
lithium-ion. Mobil yang menghasilkan tenaga maksimum 299 BHP, hanya
mengonsumsi bensin 7,9 liter per 100 kilometer, atau 1 liter bensin
dapat digunakan untuk menempuh perjalanan sejauh 12,65 kilometer.

Sedangkan ML450 adalah mobil hibrida penuh yang dilengkapi dengan
motor listrik 60 kW (80 PK) yang mendapatkan tenaga listrik dari
baterai nikel metal (tipe baterai yang digunakan mobil-mobil hibrida
pada saat ini). Namun, SUV besar yang menghasilkan tenaga 321 BHP itu
hanya mengonsumsi bensin 7,7 liter per 100 kilometer, atau 1 liter
bensin dapat digunakan untuk menempuh perjalanan sejauh 12,98
kilometer.

Bukan itu saja ML450 Hybrid juga menggunakan sistem listrik
bertegangan 300 volt sehingga yang mampu mengoperasikan penyejuk
ruangan (AC) ketika mesin bensin dimatikan, saat mobil berhenti di
lampu merah atau di tengah kemacetan lalu lintas.

Tidak bisa dimungkiri bahwa Toyota dan Honda adalah dua
perusahaan pembuat mobil yang sejak 10 tahun lalu telah mengembangkan
dan menjual mobil hibrida. Oleh karena itu, wajar saja jika kedua
perusahaan pembuat mobil asal Jepang itu nyaris tidak tersaingi dalam
pengembangan mobil hibrida.

Namun, di masa depan, kedua perusahaan pembuat mobil asal Jepang
itu tidak lagi seberuntung itu karena perusahaan-perusahaan pembuat
mobil lainnya juga mulai gencar dalam membuat mobil hibrida.

Langkah Mercedes Benz menuju ke pasar mobil hibrida dimulai pada
pertengahan September 2005, ketika perusahaan berkantor pusat di
Stuttgart, Jerman, itu memutuskan bekerja sama dengan BMW dan General
Motors untuk mengembangkan mobil hibrida.

Dan, kini Mercedes Benz telah siap meluncurkan mobil-mobil
hibrida produksinya ke pasar. Di luar S400 dan ML450 yang telah
disebutkan di atas, juga akan diluncurkan mobel E-Class.

Namun, bagi konsumen Indonesia yang ingin memiliki Mercedes Benz
hibrida masih harus menunggu, mengingat pada tahap-tahap awal
Mercedes Benz hanya akan memproduksi model yang menggunakan setir
kiri.

Sebelum keluar dengan mobil hibrida, sesungguhnya Mercedes Benz
telah mengembangkan mobil hibrida melalui Smart Fortwo, mobil mungil
yang dikembangkan Mercedes Benz dengan perusahaan jam tangan asal
Swiss, Swatch.

Mercedes F700

Di Frankfurt Motor Show 2007, akhir September lalu, Mercedes Benz
memajang F700, mobil hibrida yang dibuat untuk penelitian. Mercedes
Benz F700 yang menyandang mesin bensin berkapasitas 1.8 Liter, 4
silinder segaris, serta diperkuat turbocharger dan dibantu motor
listrik, performanya dapat disetarakan dengan mesin berkapasitas 3.5
Liter, 6 silinder dalam konfigurasi V (V6).



Dengan bantuan motor listrik yang digerakkan oleh arus listrik
dari baterai bertegangan tinggi (120 volt), F700 menghasilkan tenaga
maksimum 258 BHP, dan sanggup berakselerasi dari 0-100 kilometer per
jam dalam waktu 7,5 detik.

Walaupun ukuran bodi F700 sama dengan S-Class versi Long hanya
mengonsumsi bensin 5,3 liter per 100 kilometer, atau 1 liter bensin
dapat digunakan untuk menempuh perjalanan sejauh 18,86 kilometer. Itu
tentunya sangat hemat apabila dibandingkan dengan S-Class versi Long
yang mengonsumsi rata-rata 1 liter bensin untuk menempuh perjalanan
sejauh 7-8 kilometer.



Sayangnya, Mercedes Benz belum mengungkapkan kapan F700 akan
diproduksi secara massal. Namun, diperkirakan mobil itu baru akan
sampai di ruang-ruang pajang (showroom) pada tahun 2011.

Dengan hadirnya Mercedes Benz di pasar mobil hibrida, tidak
berarti perusahaan mobil asal Jerman itu menghentikan proyek mobil
fuel cell yang tengah dikembangkan. Mobil fuel cell menggunakan gas
hidrogen (yang diisi di stasiun pengisian hidrogen) dan oksigen yang
diambil dari udara sebagai bahan baku untuk menghasilkan listrik.
Listrik yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan motor listrik.
Itu sebabnya, mobil fuel cell dapat digolongkan sebagai mobil listrik
yang memiliki sumber listriknya sendiri.(JL)

Artikel ini dimuat di
harian Kompas, 4 Januari 2008, halaman 40

Label: