Kamis, 15 Oktober 2009

Ferrari California Memang Beda

Ferrari dikenal sebagai perusahaan pembuat mobil sport papan atas. Mobil-mobil yang diproduksinya beperforma tinggi. Dalam waktu kurang dari 4 detik, Ferrari dapat melaju sampai kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti. Kecepatan maksimum yang dapat dicapai melampaui 300 kilometer per jam.
Yang pasti, Ferrari bukanlah mobil yang cocok untuk penggunaan sehari-hari. Di masa lalu, tentu tidak ada yang membantah pendapat seperti itu. Namun, dengan munculnya Ferrari California, akhir tahun 2008, pendapat seperti itu tidak berlaku lagi.


Ferrari yang satu ini cocok untuk penggunaan sehari-hari. Bagaimana tidak, Ferrari California dapat melaju mulus pada kecepatan 70 kilometer dengan persneling berada di gigi persneling 7. Dan, tanpa mengganti gigi persneling, kecepatan Ferrari California dapat ditambahkan dengan 242 kilometer lagi.
Namun, Ferrari tetaplah Ferrari. Walaupun cocok untuk penggunaan sehari-hari, DNA Ferrari sebagai mobil sport papan atas yang beperforma tinggi tetap ada dalam tubuh Ferrari California. Anda hanya perlu menginjak pedal gas sampai rata dengan lantai, maka mobil itu akan melesat dengan cepatnya. Yang diperlukan hanya mengubah gaya mengendarai mobil tersebut.
Fleksibilitas seperti itu dicapai berkat sistem injeksi bahan bakar langsung (fuel direct-injection) terkini yang dipasangkan pada mesin Ferrari berkapasitas 4.297 cc, 8 silinder dalam konfigurasi V (V8).
Ferrari California memang beda dari model-model Ferrari terdahulu, mobil itu memiliki beberapa hal yang pertama. Ferrari California merupakan mobil Ferrari pertama yang menempatkan mesin di bagian depan. Sebelum ini, mesin Ferrari selalu ditempatkan di bagian tengah-belakang.
Ferrari California juga merupakan mobil keluaran Maranello (Italia) pertama yang menggunakan sistem injeksi bahan bakar langsung. Itu belum semua, Ferrari California juga merupakan Ferrari pertama yang menggunakan atap buka-tutup dari bahan metal. Juga tercatat sebagai Ferrari pertama yang menggunakan dua kopling (dual clutch) dan persneling dengan 7 tingkat kecepatan.
Dengan mesin berputaran tinggi yang menghasilkan tenaga maksimum sebesar 460 PK pada 7.750 putaran mesin per menit (rpm), berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam dengan waktu di bawah 4 detik bukanlah hal yang menyulitkan. Anda tinggal menginjak pedal gas sampai rata dengan lantai, dan mobil melesat cepat dengan mulus diiringi deruman mesin yang menimbulkan sensasi tersendiri.
Ferrari California yang dijual dengan harga 150.000 poundsterling, dalam keadaan atap ditutup mirip 599GTB dan atap terbuka mirip F430 Spider. Dengan kata lain, dengan uang 150.000 poundsterling, Anda mendapatkan dua mobil. Sesuatu yang menurut saya sangat masuk akal. (JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 16 Oktober 2009, halaman 37

Label:

Selasa, 15 September 2009

Gaya Berkendara di Masa Depan

Ada seorang profesor di Inggris, Sebastian Thrun, yang mempunyai pemikiran nyeleneh dalam membatasi jumlah mobil yang berada di jalan raya, baik yang melaju di jalan maupun yang memenuhi areal perparkiran. Ia berpendapat, jika pemakaian mobil itu efektif, seharusnya jumlah mobil yang beredar di suatu negara dapat dikurangi
dengan drastis.
Menurut dia, sebenarnya sebagian besar orang yang bekerja di kantor hanya menggunakan mobil untuk pergi dan pulang dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Di luar itu, mobil lebih banyak terparkir di areal perparkiran. Penggunaan mobil seperti itu dianggapnya sebagai tidak efektif.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, profesor dari Stanford
University itu membuat dua mobil yang dikendalikan oleh komputer, yang
diberi nama Stanley dan Junior. Stanley menjadi juara pertama dalam
lomba mobil tanpa pengendara pada 2004, sedangkan Junior menjadi juara
kedua dalam lomba yang sama pada 2007.
Mobil tanpa pengendara didesain bagi siapa pun untuk pergi ke
sesuatu tempat, termasuk ke kantor. Setelah mengantarkan seseorang ke
tempat tujuannya, orang tersebut tinggal menekan tombol parkir, dan
secara otomatis mobil itu akan mencari tempat parkir.



Jika di dekat areal parkir itu ada seseorang yang akan bepergian,
ia tinggal menggunakan telepon pintarnya dan mengirimkan pesan melalui
layanan pesan singkat (SMS) bahwa ia memerlukan mobil. Dan, mobil yang
terparkir di dekat orang tersebut akan datang dan siap mengantarnya ke
tempat tujuan. Begitu seterusnya.
Ia mengatakan, ia yakin jika gagasannya dapat diwujudkan, jumlah
mobil di dunia yang kini berjumlah sekitar 60 juta dapat dikurangi
sekitar 50 persen. "Bayangkan jika Anda memerlukan mobil, Anda tinggal
mengirimkan SMS melalui telepon pintar Anda. Dan, mobil nganggur yang
berada di sekitar Anda akan datang," ujar Thrun.

Masih sulit
Sasaran utamanya adalah membuat mobil tanpa pengendara yang dapat
melaju di jalan raya dengan mulus, tanpa menabrak pejalan kaki,
pengendara motor, atau menghantam mobil lain. Namun, dalam
kenyataannya masih sulit membuat mobil yang sepenuhnya dikendalikan
oleh komputer.



Masih diperlukan kerja keras dan waktu yang lama untuk menciptakan
komputer yang dapat mengendarai mobil seperti manusia. Komputer masih
belum dapat meniru tingkah manusia bila berpapasan di perempatan
dengan mobil lain. Dengan kata lain, komputer yang mengendalikan mobil-
mobil itu masih tidak dapat memutuskan siapa yang harus mengalah atau
siapa yang harus melaju lebih dulu.(JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 11 September 2009, halaman 42


Label:

Kamis, 25 Juni 2009

Mobil Listrik, Tak Lama Lagi

Dalam waktu satu-dua tahun lagi, mobil-mobil listrik akan berbaur dengan mobil-mobil hibrida dan mobil-mobil konvensional yang berbahan bakar minyak di jalan.
Pergerakan ke arah itu tampak dari mulai banyaknya perusahaan pembuat mobil terkemuka dunia yang memproduksi mobil-mobil listrik. Bahkan, Pemerintah Inggris dalam waktu dekat akan mengadakan uji coba mobil-mobil listrik di delapan kota untuk menjajaki kemungkinan penggunaan mobil-mobil tersebut untuk penggunaan sehari-hari.



Lebih dari 340 mobil akan berpartisipasi di dalam uji coba itu, termasuk Mitsubishi MiEV dan Mini E. Dan, Pemerintah Inggris memberikan dana 25 juta poundsterling (sekitar Rp 425 miliar) untuk mendukung proyek yang dilaksanakan Dewan Strategi Teknologi.

David Bott, Direktur Program Inovasi dari Dewan Strategi Teknologi, kepada BBC mengatakan, masa mobil-mobil listrik akan segera tiba. ”Mobil-mobil listrik sudah dapat dipercaya. Kami mencari mobil dengan jarak jelajah 250 kilometer dan memiliki kecepatan yang memadai.”

Ia menambahkan, ”Kami melibatkan berbagai mobil dan sistem di jalan untuk melihat bagaimana kinerjanya dalam penggunaan sehari-hari. Bukan hanya untuk apa yang dapat dilakukan mobil-mobil tersebut, tetapi juga apa yang tidak dapat dilakukan. Serta, bagaimana orang berinteraksi dengan mobil-mobil tersebut.”

Mobil hibrida ”plug-in”
Di antara mobil-mobil listrik yang diuji coba, terdapat beberapa mobil hibrida plug-in. Mobil hibrida plug-in adalah mobil listrik yang membawa mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang menggunakan bensin atau solar sebagai generator. Pada saat mobil diparkir di rumah, baterai diisi (di-charge) dengan mencolokkan steker ke dalam stop kontak.



Apabila mobil digunakan, listrik dalam baterai akan dialirkan kepada motor listrik yang berfungsi menggerakkan (menjalankan) mobil. Pada beberapa merek, dalam keadaan baterai penuh, mobil bisa melakukan perjalanan sejauh 100 kilometer, sebelum listrik diisi kembali.

Saat melakukan perjalanan, jika listrik pada baterai melemah, mesin pembakaran dalam akan menyala dan berfungsi sebagai generator untuk mengisi listrik baterai. Mesin pembakaran dalam yang disandang mobil hibrida plug-in, emisi CO2-nya tidak boleh melampaui 50 gram per kilometer.

Mobil-mobil pertama akan berada di jalan pada akhir tahun ini dan akan diuji coba selama 2 tahun. Mobil-mobil itu akan dipinjamkan kepada perseorangan dan akan diuji coba dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Dengan demikian, diharapkan data yang terkumpul benar-benar dapat diandalkan.

Baterai yang lebih baik
Semakin baiknya prospek penggunaan mobil listrik dalam waktu dekat itu, tidak terlepas dari semakin baiknya kualitas baterai. Baterai lithium-ion modern jauh lebih efisien daripada teknologi baterai lama. Baterai itu telah digunakan pada mobil-mobil prototipe seperti Mini E dari BMW dan Smart listrik dari Mercedes Benz. Namun, ukuran baterai tersebut tetaplah besar. Bahkan, kursi belakang pada Mini E terpaksa dilepaskan untuk dapat menampung baterai.



Desainer Mini E, Patrick Fuller, mengatakan, dengan menggunakan baterai tersebut, Mini E dapat digunakan untuk melakukan perjalanan sejauh 250 kilometer, sebelum baterai harus diisi kembali.

Menggunakan Mini E sama seperti menggunakan mobil biasa (konvensional). Mobil itu menawarkan jarak jelajah sejauh 250 kilometer, setelah baterai diisi selama dua jam, dan sudah tersedia bagi konsumen di Amerika Serikat yang siap membayar 850 dollar AS (sekitar Rp 8,5 juta) per bulan untuk berpartisipasi dalam uji coba tersebut.
Persoalan yang sama-sama dihadapi oleh mobil-mobil listrik adalah jarak jelajah yang terbatas. Baterai yang lebih baik hanya dapat menambah jarak jelajah dan memperpendek waktu untuk pengisian baterai.



Itu sebabnya, perlu dicarikan cara lain untuk mengatasinya. Dalam waktu dekat, mobil hibrida plug-in mungkin merupakan jawaban yang terbaik, mengingat dengan menggunakan mesin pembakaran dalam sebagai generator, jarak jelajah mobil hibrida plug-in menjadi tidak terbatas. Masalahnya, mobil hibrida plug-in masih mengeluarkan emisi.
Dalam jangka panjang, mobil fuel cell mungkin merupakan jawabannya. Mengingat mobil itu menggunakan hidrogen dan oksigen sebagai bahan baku dan bahan yang tersisa dari proses elektro-kimia (yang menghasilkan listrik untuk mengisi baterai) hanyalah air (H2O) dan panas. Benar-benar tidak memiliki emisi sama sekali atau nol emisi. (JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 26 Juni 2009, halaman 44


Label:

Kamis, 11 Juni 2009

Volvo P1800 Dilahirkan Lagi

Bagi kalangan yang kerap menonton film serial di TVRI The Saint di masa lalu, mungkin akan langsung mengenali mobil ini, Volvo P1800. Mengingat mobil itu adalah kendaraan Simon Templar (yang antara lain diperankan oleh Roger Moore dan kemudian Pierce Brosnan) yang merupakan pemeran utama film tersebut.



Kehadiran Volvo P188 dalam The Saint itu menjadikan citra mobil seakan tak pernah mati di Inggris. Itu sebabnya mobil itu dihidupkan kembali oleh Mattias Vöcks, salah seorang insinyur Swedia yang bekerja pada Vöx Custom Shop, dan Bo Zolland dari rumah desain Vizualtech.

Walaupun bekerja penuh di perusahaan pembuat mobil super Swedia, Koenigsegg, ini bukan Volvo pertama yang diinterpretasi ulang oleh Vöcks. Satu dekade lalu, ia membangun kembali sebuah Volvo hot-rod yang mencengangkan, yang digunakannya untuk pergi dan pulang dari rumah ke kantor setiap hari. Dengan mencopot penahan lumpur dan velg yang lebih lebar, kehadiran mobil sangat menarik perhatian. Tidak heran jika mobil itu kemudian dijadikan sebagai mobil pamer resmi Volvo.

Kemudian dalam tahun 2006, Vöcks memajang Volvo Amazon estate (station wagon) yang menghasilkan tenaga maksimum 600 PK di Pameran Mobil Internasional Los Angeles. Mobil itu dijuluki sebagai Volvo Terpanas. Tahun 2009, Vöcks memusatkan perhatiannya pada P1800.



Dalam merancang eksterior dan interiornya, Vöcks dibantu oleh Bo Zolland yang muncul dengan gagasan yang sangat modern. Bagian bawah mobil dibuat aerodinamis dan velg dibuat lebar dengan profil ban yang sangat tipis.

Vöcks menggunakan mesin berkapasitas 4.4 Liter, 8 silinder dalam konfigurasi V (V8), diperkuat dengan turbocharger, dan menggunakan persneling manual dengan 6 tingkat kecepatan, yang akan diambilkan dari Volvo XC90. Mesin itu akan menyemburkan tenaga maksimum 600 PK, lebih besar daripada P1800 asli buatan tahun 1961 yang bertenaga
maksimum 500 PK.

Volvo P1800 baru muncul sebagai mobil super kontemporer dan tentu saja hanya akan dibuat secara terbatas.(JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, Jumat, 12 Juni 2009, halaman 44


Label:

Selasa, 08 Juli 2008

Mobil Diesel Audi Bersaing dengan Mobil Hibrida


Ketika harga bahan bakar minyak di hampir semua negara mengalami
kenaikan drastis, perhatian orang kepada mobil-mobil yang hemat bahan
bakar minyak pun meningkat tajam. Itu sebabnya Audi A3 1.9 TDI e yang menyandang mesin diesel berkapasitas 1.9 Liter langsung jadi pusat perhatian. Pasalnya, mobil
itu hanya mengonsumsi 4,5 liter solar untuk menempuh perjalanan sejauh
100 kilometer atau hanya menghabiskan 1 liter solar untuk menempuh
perjalanan sejauh 22,22 kilometer.


Dengan mengonsumsi 1 liter bahan bakar minyak untuk menempuh
perjalanan di atas 20 kilometer, dapat dikatakan bahwa Audi A3 1.9 TDI
e telah memasuki wilayah mobil hibrida, yang menggabungkan mesin
pembakaran dalam (internal combustion engine) yang menggunakan bahan
bakar bensin atau solar dengan motor listrik. Mobil-mobil hibrida
mengonsumsi 1 liter bahan bakar minyak untuk menempuh perjalanan lebih
dari 20 kilometer. Uniknya, Audi A3 1.9 TDI e mencapai semua itu tanpa
pengorbanan apa pun, baik dari segi gaya maupun kenyamanan. Umumnya,
mobil hibrida tidak memiliki driving dynamic (keasyikan berkendara)
atau hambar dikendarai, dan seperti tidak memiliki pribadi.

Huruf e di belakang A3 1.9 TDI merupakan kependekan dari
efisiensi. Audi mengklaim pendekatan secara menyeluruh terhadap mobil
merupakan satu-satunya jalan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar
minyak. Sekitar 12 bulan yang lalu, Audi memasukkan versi prototipe A3
1.9 TDI dalam Panasonic Solar Challenge Greenfleet Fuel Economy Class
of The World Solar Challenge dan mencapai hasil yang mengejutkan, 3,3
liter per 100 kilometer atau 1 liter per 30,3 kilometer.



Dalam World Solar Challenge, mobil peserta melakukan perjalanan
dari Darwin ke Adelaide melintasi permukaan jalan yang datar. World
Solar Challenge memperlihatkan bahwa ternyata mobil hibrida tidak
diperlukan kalau sasarannya hanya hemat dalam mengonsumsi bahan bakar
minyak.

Bahwa konsumsi 1 liter bahanbakar minyak itu digunakan untuk
menempuh perjalanan sejauh 30,3 kilometer per liter, itu tidak
mengherankan mengingat sebagian besar peserta tidak menyalakan lampu
dan penyejuk udara (AC) sama sekali. Barang-barang bawaan pun
diletakkan di dalam mobil lain. Kecepatan dijaga di bawah kecepatan
maksimum yang diizinkan dan sempat muncul perdebatan tentang perlu
tidaknya mesin dimatikan saat mobil berhenti pada saat lampu lalu
lintas merah menyala.



Beberapa peserta mengikuti World Solar Challenge dengan santai.
Kecuali patuh batas batas kecepatan maksimum yang diizinkan, lainnya
diabaikan, misalnya tetap menyalakan lampu dan AC serta menempatkan
barang bawaan di bagasi. Hasilnya, yah, 4,6 liter per 100 kilometer.(JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 4 Juli 2008, halaman 48

Label: