Selasa, 03 November 2009

Toyota Kembali Memproduksi Mobil Sport

Banyaknya jumlah perusahaan pembuat mobil yang absen dari ajang pameran keempat terbesar di dunia tidak membuat perusahaan pembuat mobil asal Jepang, Toyota, berkecil hati. Bahkan, dalam Tokyo Motor Show 2009 yang berlangsung 23 Oktober-4 November, Toyota memperkenalkan dua model mobil sport terbarunya, yakni Toyota FT-86 Concept dan Lexus LFA.



Krisis ekonomi global yang diawali krisis keuangan di Amerika
Serikat membuat banyak perusahaan mobil terkena dampaknya. Tidak heran
di luar perusahaan pembuat mobil Jepang (Toyota, Nissan, Honda,
Mitsubishi, Mazda, Suzuki, Subaru, dan Daihatsu), hanya hadir Lotus
(Inggris) dan Alpina, rumah modifikasi BMW.

Pada press day hari pertama, Rabu (21/10), di Makuhari Messe,
Chiba, bagian timur Tokyo, Jepang, Presiden Toyota Motor Corporation
Akio Toyoda dalam pidatonya mengatakan, FT-86 Concept adalah mobil
sport konsep compact keluaran Toyota Motor Corporation (TMC) yang
menggunakan penggerak ban belakang. TMC telah meluncurkan banyak mobil
sport pada masa lalu, termasuk Levin dan Trueno model 86 atau hachi
roku, seperti Supra, Altezza, dan MR-S.



"Kenyataan bahwa tidak satu pun dari model-model itu yang masih
diproduksi pada saat ini membuat saya, sebagai penggila mobil sejati,
benar-benar sedih," ujarnya.

Ia menambahkan, "Sering dikatakan, kaum muda telah menjauhkan
perhatian mereka dari mobil, tetapi saya merasa, mungkin bukan mereka
yang meninggalkan mobil, tetapi kamilah sebagai perusahaan pembuat
mobil yang meninggalkan mereka. Itu sebabnya, saya percaya bahwa misi
perusahaan pembuat mobil adalah menyediakan mobil yang asyik
dikendarai bagi konsumen. Dan, FT-86 memiliki itu."

FT-86 Concept mengembangkan keasyikan intrinsik yang disediakan
oleh sebuah mobil, seperti pedal gas (akselerator) dan setir yang
secara presisi mengendalikan mobil seperti yang diinginkan pengendara,
serta keinginan lebih untuk berkendara. Semua itu akan disediakan bagi
konsumen secepatnya.

FT-86 Concept merupakan kerja bareng Toyota dengan Subaru. Itu
sebabnya, tidak heran jika FT-86 menyandang mesin berkapasitas 2.0
Liter, 4 silinder dalam konfigurasi horizontal berlawanan (mendatar),
yang populer dengan sebutan boxer.

Kedua adalah Lexus LFA, mobil super yang keasyikan pengendaraannya
disempurnakan di sirkuit Nurburgring, Jerman, termasuk suara deruman
mesin yang didengar telinga pengendara dan menggabungkan berbagai
kualitas tinggi yang sesuai dengan karakter Lexus.

"LFA akan mulai dipasarkan pada akhir tahun 2010, dan kamiakan
membatasi produksinya di dunia pada 500 unit saja. Untuk memiliki
mobil yang menyatu dengan orang dan masyarakat selama lebih dari 100
tahun mendatang, TMC akan melanjutkan membuat mobil yang secara
optimal menyatukan mimpi dan keinginan orang banyak, serta apa yang
diinginkan orang banyak," ujar Toyoda, cucu pendiri Toyota Motor
Corporation, Kiichiro Toyoda.

Ia mengatakan, "Saya secara pribadi terlibat dalam pengembangan
cita rasa LFA dari awal. Saya percaya bahwa Lexus memberikan cita rasa
tertinggi yang dicari oleh orang-orang yang akrab dengan hal-hal yang
sejati. Sekali mereka merasakan cita rasa itu, cita rasa itu akan
tetap melekat seumur hidup mereka."

LFA menyandang mesin berkapasitas 4.8 Liter, 10 silinder dalam
konfigurasi V (V10). Mesin itu menghasilkan tenaga maksimum 552 PK dan
torsi maksimum 480 Nm, dengan batas garis merah putaran mesin pada
9.000 putaran mesin per menit (rpm). Sanggup berakselerasi dari 0-100
kilometer per jam dalam 4,9 detik dan kecepatan maksimumnya 323
kilometer per jam.

Sebelum tirai penutup disingkirkan, Toyoda menghidupkan mesin LFA
dan menginjak pedal gas hingga rata dengan lantai. Bunyi deruman mesin
mobil yang membahana sanggup memompa adrenalin hingga ke batas.

Mobil hibrida
Dalam pidatonya, Akio Toyoda juga menyinggung tentang mobil
hibrida, yang hemat dalam mengonsumsi bahan bakar dan ramah terhadap
lingkungan, yang merupakan komitmen utama Toyota.



Toyota tercatat sebagai perusahaan pembuat mobil pertama di dunia
yang memproduksi mobil hibrida secara massal. "Dua belas tahun telah
lewat setelah Toyota Prius generasi pertama diluncurkan pada tahun
1997. Tahun ini kami meluncurkan Prius generasi ketiga, juga RX dan HS
hibrida dari Lexus. Bahkan, kemarin kami membuka selubung Sai, mobil
hibrida mewah dari Toyota. Dalam kesempatan ini, saya ingin berterima
kasih kepada lebih dari 2 juta orang yangmembeli mobil-mobil hibrida
keluaran Toyota, khususnya Prius," katanya.

Mobil hibrida adalah mobil yang menggabungkan mesin pembakaran
dalam yang menggunakan bahan bakar bensin atau solar (diesel) dengan
motor listrik yang mendapatkan tenaga dari baterai.

Menurut Toyoda, berbicara mengenai eco-driving (berkendara secara
hemat bahan bakar), banyak yang berpendapat bahwa mobil hibrida dan
mobil listrik benar-benar berbeda, padahal hal itu tidak benar. Mobil-
mobil hibrida keluaran TMC, terutama Prius, mampu beroperasi sebagai
mobil listrik dalam arti sesungguhnya. Dalam arti, motor listrik
beroperasi sendirian tanpa bantuan mesin bensin. "Dengan demikian,
tidak berlebihan jika Prius sudah merupakan separuh kendaraan
listrik," katanya.

Akio Toyoda juga menyebutkan akan memperkenalkan Prius Plug-in
Hybrid Concept, mobil listrik compact FT-EV II jarak dekat, dan mobil
fuel cell FCHV yang hanya menyisakan air.(JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 23 Oktober 2009, halaman 36

Label:

Kamis, 06 Desember 2007

Plagiat: CEO atau BMW X5







Perusahaan pembuat mobil China kembali berulah. Setelah membuat berang perusahaan pembuat mobil terbesar Amerika Serikat, General Motors, dengan membuat tiruan Chevrolet Spark (Matiz) yang diberi
nama Chery QQ, kini mereka juga membuat tiruan sport utility vehicle BMW, yaitu X5, yang diberi nama Shuanghuan CEO.

Bukan itu saja, dua unit CEO pun diboyong ke Jerman guna
dipamerkan di ajang pameran mobil internasional terbesar di dunia,
Frankfurt Motor Show 2007. Kehadiran dua unit CEO itu tak urung
menjadi daya penarik terbesar bagi pengunjung Frankfurt Motor Show
2007 yang berlangsung 13-23 September 2007.

Pengunjung berkumpul di belakang CEO dan dengan bersemangat
membicarakan tentang kemiripan CEO dengan X5 sambil menunjuk-nunjuk
bagian belakang CEO, termasuk bentuk lampu belakangnya. Itu tidak
mengherankan, mengingat bagian belakang CEO mirip habis dengan X5,
demikian juga bodi sampingnya.

Apabila seseorang melihat CEO dari belakang atau dari samping, ia
pasti akan mengira bahwa mobil yang dilihatnya adalah sebuah BMW X5.
Perlu seorang pengamat otomotif yang benar-benar ahli untuk dengan
cepat menemukan perbedaannya.

Namun, apabila seseorang yang melihat CEO dari belakang itu
berjalan ke depan dan melihat bagian depannya, ia akan terkejut dan
segera menyadari bahwa mobil yang dilihatnya bukanlah BMW X5.
Mengingat bagian depan CEO sama sekali berbeda, tidak ada kemiripan
sedikit pun dengan X5. Bagian depan CEO lebih mirip dengan salah satu
sport utility vehicle (SUV) buatan Korea Selatan.



BMW jengkel dengan peniruan yang dilakukan perusahaan pembuat
mobil China itu dan mengajukan protes kepada importir yang memasukkan
CEO ke Jerman. Namun, tampaknya protes BMW tidak akan digubris.
Kelihatannya perusahaan pembuat mobil China akan terus mengulangi
peniruan seperti itu. Mereka tahu, kalaupun perusahaan pembuat mobil
yang ditirunya mengajukan gugatan hukum terhadap peniruan (plagiat)
yang mereka lakukan, pengadilan di negaranya pasti akan membela
mereka.

Kasus gugatan hukum yang diajukan General Motors terhadap QQ
berakhir dengan kemenangan QQ karena pengadilan China hanya
menyebutkan memang ada kemiripan antara QQ dan Spark, tetapi QQ
bukanlah tiruan dari Spark.

Kurangnya penghargaan Pemerintah China atas hak cipta atau
intellectual property rights itu membuat banyak perusahaan pembuat
mobil enggan melakukan produksi di Negeri Tirai Bambu itu. Adanya
peraturan untuk membuat sebagian besar bagian bodi (body part) dan
suku cadang (spare part) di dalam negeri membuat China dengan mudah
melakukan peniruan.

Perusahaan pembuat mobil Volkswagen, yang merupakan perusahaan
pembuat mobil Barat pertama yang masuk ke China pada tahun 1978,
sudah bolak-balik mengajukan protes akan kemiripan mobil-mobil buatan
China dengan mobil-mobil Volkswagen yang dibuat di China.

Potensi pasar yang dijanjikan China yang berpenduduk 1,3 miliar
orang itu membuat perusahaan-perusahaan pembuat mobil terkemuka dunia
tidak mempunyai pilihan lain kecuali menapakkan kaki di negara itu.
Jika saja 1 persen di antara 1,3 miliar penduduk China mampu membeli
mobil, setidaknya ada 13 juta mobil bisa diserap di negara itu.

China saat ini merupakan pasar mobil terbesar ketiga di dunia
dengan penjualan mencapai 5 juta unit, di belakang Amerika Serikat
(17 juta unit) dan Jepang (5,9 juta unit). Menurut perkiraan, China
akan menjadi pasar mobil terbesar kedua di dunia dalam dua tiga tahun
mendatang dan menjadi yang pertama antara tahun 2010-2015.(JL)

Artikel ini dimuat di harian
Kompas, 27 September 2007, halaman 49

Label:

Jarum Jam Seakan Ditarik Jauh ke Belakang





Frankfurt, Jerman, 11 September 2007 pukul 08.15. Pagi itu, matahari bersinar cerah dan udara terasa sejuk. Kehidupan seakan ditarik mundur ke tahun 1886, 121 tahun yang lalu, ketika mobil pertama di dunia yang dibuat Karl Benz (1844-1920), yang dikenal dengan nama Benz Patent Motor Car No 1, lalu lalang di ruas-ruas jalan di kota Mannheim.


Bagaimana tidak replika mobil yang selama ini hanya bisa dilihat di museum mobil atau pameran mobil- mobil klasik, pagi itu lalu lalang di ruas jalan di depan Hall 2 tempat mobil-mobil buatan Chrysler dan Daimler-Benz dipamerkan.



Seorang perempuan yang mengenakan pakaian ala tahun 1880-an
mengendarai mobil replika yang beroda tiga itu dengan lincahnya
melintas di ruas jalan di depan Hall 2. Pemandangan itu benar-benar
mirip lukisan yang menggambarkan perjalanan bersejarah Bertha Ringer,
istri Karl Benz, yang dengan diam-diam mengendarai mobil itu dari
Mannheim ke Pforzheim sejauh 180 kilometer untuk mengunjungi
ibundanya.



Benz Patent Motor buatan tahun 1886 dianggap sebagai mobil
pertama di dunia. Sebelumnya, pada tahun 1860-an, memang sudah
ditemukan mobil uap. Walaupun mobil berfungsi sebagai mobil, mobil
tersebut tidak dianggap sebagai mobil dalam pengertian masa kini,
yang menggunakan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine).
Benz Patent Motor tercatat sebagai mobil pertama di dunia yang
menggunakan mesin pembakaran dalam.

Jika ingin dianalogikan mungkin mirip manusia goa, Neanderthal,
yang hidup sebelum manusia modern, Homo sapiens. Walaupun
kehidupannya mirip manusia, Neanderthal tidak dianggap sebagai
manusia pertama, atau nenek moyang manusia. Neanderthal sempat hidup
bersama-sama dengan Homo sapiens, bahkan dipercaya juga ada menikah
dengan Homo sapiens. Namun, akhirnya Neanderthal punah karena tidak
bisa bersaing dengan Homo sapiens, yang dianggap sebagai cikal bakal
manusia modern.

Empat unit
Pagi itu, ada empat unit Benz Patent Motor yang dijalankan. Dua
dikendarai oleh perempuan dan dua lainnya oleh laki-laki, semua
mengenakan pakaian ala tahun 1880-an. Kehadiran keempat mobil beroda
tiga itu langsung menarik perhatian para wartawan yang pada pagi hari
itu sudah hadir di sana.

Beberapa wartawan bahkan ikut merasakan duduk sebagai penumpang
di mobil yang merupakan tiruan mobil yang pertama di dunia. Suara
mesin mobil itu nyaring mirip suara mesin pemotong rumput (mower).

Mobil yang menggunakan mesin empat langkah (empat tak)
berkapasitas 954 cc, yang menghasilkan tenaga 0,9 PK pada 400 putaran
mesin per menit (rpm), meluncur dengan kecepatan 18 kilometer per
jam. Rasanya seperti duduk di dalam becak yang dikendarai dengan
kencang dan agak kurang terkendali. Namun, itu hanya kesan yang
muncul sesaat, mengingat perjalanan mengelilingi stan BMW sejauh
hampir 500 meter itu berlangsung dengan aman.



Benz Patent Motor tidak memiliki kunci kontak untuk menjalankan
mesin. Mesin dijalankan dengan memutar roda gila (flywheel) yang
terletak mendatar di belakang, prosesnya mirip mengengkol. Mesin yang
terletak di belakang itu menggunakan pendingin air (evaporation
cooling
).

Empat mobil masa lalu yang lalu lalang di ruas jalan di depan
Hall 2 itu benar-benar memutar jarum jam mundur jauh ke belakang.
Pengunjung benar-benar mengalami suasana lalu lintas pada tahun 1886.

Namun, suasana masa lalu itu hanya berlangsung di ruas jalan di
depan Hall 2. Sementara di dalam Hall 2 dan hall lainnya dipamerkan
mobil-mobil masa kini dan mobil-mobil masa depan yang muncul dalam
bentuk mobil konsep. Di antara mobil-mobil yang dipamerkan di tujuh
dari 10 hall itu juga muncul mobil-mobil hibrida (hybrid) dan fuel
cell yang ramah lingkungan.(JL)

Artikel ini dimuat di harian
Kompas, 27 September 2007, halaman 46

Label: