Jumat, 12 Juni 2009

205 Km per Jam dengan Volkswagen Touran

Saat memasuki ruas autobahn, yang tidak memiliki batas kecepatan maksimum, pedal gas pun diinjak hingga ke dasar, jarum spidometer menunjukkan angka 205 kilometer per jam. Sulit dipercaya bahwa
Volkswagen Touran, yang tengah dikendarai, hanya menyandang mesin berkapasitas 1.4 Liter.



Jangankan 1.4 Liter, untuk mobil yang menyandang mesin 1.5 Liter
saja, sulit untuk menembus angka 180 kilometer per jam. Apalagi,
Volkswagen Touran adalah sebuah multi-purpose vehicle (MPV), bagaimana
mungkin mobil tersebut tetap stabil dipacu dengan kecepatan setinggi
itu.

Tanggal 6 Mei lalu, pukul 09.00, Kompas mendapatkan kesempatan
menjajal kemampuan Volkswagen Touran 1.4 TSI yang akhir Mei ini akan
diluncurkan di Indonesia. Di halaman depan Hotel Ritz Carlton,
Wolfsburg, Jerman, diparkir dua unit Volkswagen Touran dan satu unit
Volkswagen Golf GTI 2.0 TSI untuk dijajal. Untuk tahap pertama, Kompas
memilih mengendarai Volkswagen Touran. Spesifikasi mobil itu sama
dengan Volkswagen Touran yang dijual secara global, kecuali pada
setelan bahan bakar dan suspensi yang sudah disesuaikan dengan kondisi
Indonesia.

Kondisi bahan bakar minyak yang dijual di stasiun pengisian bahan
bakar untuk umum (SPBU) di seluruh Indonesia yang belum memenuhi
standar yang dipersyaratkan Volkswagen dan kondisi jalan raya yang
buruk membuat Volkswagen Touran yang dipasarkan di Indonesia harus di-
setting secara khusus.

"Charger" ganda

Mesin yang disandang Volkswagen Touran memang hanya berkapasitas
1.4 Liter, tetapi dengan menggunakan charger ganda, yakni supercharger (kompressor) dan turbocharger, performa mesin 1.4 Liter itu dapat disetarakan dengan mesin berkapasitas 2.0 Liter.



Mesin 1.4 Liter (1.390 cc), 4 silinder segaris, yang disandang
Volkswagen Touran itu menghasilkan tenaga maksimum 170 PK pada 6.000
rpm dan torsi maksimum 240 Nm pada 1.500 rpm. Tenaga dan torsi mesin
itu disalurkan ke roda melalui persneling otomatik dengan 6 tingkat
kecepatan, yang dilengkapi tiptronic. Bukan itu saja, Volkswagen
Touran juga dilengkapi dengan dua kopling (dual clutch) sehingga
pergantian gigi persneling berlangsung secara cepat, presisi, dan
halus.

Dengan menggunakan dua kopling, Volkswagen Touran yang menggunakan
persneling otomatik dapat berakselerasi dari 0-100 kilometer per jam
lebih cepat daripada Volkswagen Touran yang menggunakan persneling
manual.



Kompas, yang pagi itu mengendarai Volkswagen Touran dari Wolfsburg
ke Torfhaus di kawasan pegunungan Harz sekitar 2 jam perjalanan, dapat
menjajal performa mobil itu pada berbagai jenis jalan. Jalan di
perkotaan, jalan raya bebas hambatan (autobahn), jalan di pedesaan
yang sempit, dan jalan di pegunungan.

Walaupun mobil diisi empat orang dewasa, tetapi Volkswagen Touran
tidak pernah terasa kekurangan tenaga, baik itu pada putaran mesin
rendah maupun putaran mesin tinggi. Itu semua berkat penggunaan
charger ganda oleh Volkswagen Touran. Pada putaran rendah, mesin
Touran diperkuat oleh supercharger yang digerakkan oleh kruk as
(crankshaft) dan pada putaran tinggi supercharger dimatikan dan
perannya digantikan oleh turbocharger yang digerakkan oleh gas buang.
Pada saat pergantian itu berlangsung di kisaran 3.000 rpm, ada sedikit
waktu di mana supercharger dan turbocharger bekerja bersama-sama.

Volkswagen Touran berukuran panjang 4,405 meter, lebar 1,794 meter
(tanpa memperhitungkan spion luar), dan tinggi 1,635 meter, hampir
sama dengan Toyota Innova. Dan, berkat penggunaan electronic stability
program
(ESP), mobil itu tetap stabil dikendarai di autobahn dengan
kecepatan hingga 210 kilometer per jam kendati pagi itu angin dari
samping bertiup kencang.



Di ruas jalan di pegunungan, Volkswagen Touran tidak menemui
kesulitan untuk menaklukkannya. Tenaga besar yang tersedia di semua
tingkat putaran mesin menjadikan Volkswagen Touran juga asyik
dikemudikan di jalan pegunungan. Berkat ESP, jalan licin akibat
gerimis yang turun sejak pagi hari tidak menjadi penghalang.

Dengan menyandang mesin berkapasitas 1.4 Liter, konsumsi bahan
bakar Volkswagen Touran relatif hemat, konsumsi bahan bakarnya di
Eropa mencapai 16 kilometer per liter.

Sebelum dimasukkan ke Indonesia, Touran sudah diuji coba di dalam
negeri hingga menempuh perjalanan sejauh 50.000 kilometer. Mesin yang
disandang Touran itu dicoba dengan menggunakan semua bensin yang
dijual di Indonesia, baik premium maupun pertamax, dan ternyata tidak
ada masalah. Hanya saja, konsumsi bahan bakarnya kalah hemat dibanding
yang dijajal di Eropa. Di Indonesia, konsumsi bahan bakarnya, 13,9
kilometer per liter. Penyebabnya bisa banyak. Mulai dari cara
mengendarai mobil, kondisi jalan, kondisi lalu lintas, kondisi cuaca,
sampai pada kualitas bahan bakar.



VW Touran Diluncurkan

Volkswagen Touran yang dirakit di Indonesia, Kamis (28/5), diperkenalkan di hadapan wartawan otomotif Ibu Kota. Touran termasuk dalam kategori multipurpose vehicle kompak. Kendati Touran
adalah sebuah MPV, sosoknya memberikan kesan sporty.



Penggunaan velg alloy 16 inci menambah tebal kesan sporty itu. Itu sebabnya PT Garuda Mataram Motor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek Volkswagen di Indonesia menyebut Touran sebagai mobil sport untuk keluarga.

Untuk mesin, Touran menyandang mesin berkapasitas 1.4 Liter (1.390
cc). Namun, diperkuat dengan dua charger, yakni supercharger dan turbocharger, sehingga performa mesin 1.4 Liter itu tidak kalah dibandingkan dengan mobil yang menyandang mesin berkapasitas 2.0 Liter. Itu sebabnya Volkswagen AG menyebutkan bahwa Touran itu menggabungkan antara hemat bahan bakar dan tenaga yang besar dalam satu mesin. Dengan kata lain, Touran menggabungkan konsumsi bahan bakar mesin berkapasitas 1.4 Liter dengan tenaga mesin berkapasitas 2.0 Liter.

Namun, tingginya nilai tukar mata uang euro menjadikan VW Touran dijual
dengan harga on the road Jakarta Rp 395 juta. Touran tersedia dalam
warna reflect silver, deep black, state grey, dan candy white.(JL)



Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda