Jumat, 05 September 2008

Lima Pemenang Siap Berpacu 300 Km Per Jam di Sepang

Lima dari 60 finalis Marlboro Red Racing MotoX2 dalam acara puncak di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, 30 Agustus lalu, yang diberi nama Full Action Full Speed, berhasil merebut tiket untuk mengikuti tahapan berikutnya di Sirkuit Sepang, Malaysia, Oktober mendatang. Mereka adalah Yoga Pramudita Hidayat (Jakarta), Rhomdony Irawan (Bandung), Anggun Nusantara (Depok), Mario Tondi P Lubis (Medan), dan Yosa Taufik Ismail (Bogor).
Di Sirkuit Sepang, kelima pria itu akan merasakan dibonceng oleh pembalap legendaris MotoGP, Randy Mamola, yang mengendarai Ducati Desmosedici X2 two seater, dengan kecepatan 300 kilometer per jam. Ducati Desmosedici X2 two seater memiliki spesifikasi yang sama dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Casey Stoner.

Di samping itu, mereka juga akan dapat menonton MotoGP secara langsung di paddock Marlboro Ducati serta bisa bertemu langsung dengan pembalap Marlboro Ducati, Casey Stoner dan Marco Melandri.
Kelima pria itu dapat dikatakan beruntung mengingat yang mendaftar untuk mengikuti Marlboro Red Racing MotoX2 itu ada 1.500 orang. Dari 1.500 pendaftar disaring 60 finalis, yakni dari Bali (3 orang), Yogyakarta (3), Semarang (4), Palembang (4), Balikpapan (2), Makassar (2), Jabodetabek (22), Pekanbaru (1), Bandung (11), Surabaya dan Malang (5), serta Medan (3). Di antara ke-60 finalis itu terdapat 3 perempuan.
Kelima pemenang itu diseleksi oleh 12 trainer asal Italia. Mereka dianggap memiliki kapabilitas, baik dari segi keterampilan (skill), mental, maupun peningkatan yang dialami sejak kedatangan hingga final.




Sejak pagi hari, ke-60 finalis Marlboro Red Racing MotoX2 itu diberikan pemahaman mengenai basic skill riding, yang diikuti praktik pengendaraan sepeda motor Ducati, yakni 14 unit Ducati Monster dan 14 Ducati Hypermotard.

Ke-60 finalis itu juga merasakan dibonceng dua lap (putaran) dengan Ducati Superbike 1098S two seater hingga kecepatan 295 kilometer per jam. Sensasi dibonceng dengan kecepatan di atas 200 kilometer per jam sangat luar biasa dan merupakan pengalaman yang sulit untuk dilupakan.

Perasaan saat motor mulai dipacu cepat hingga roda depan terangkat dari aspal, saat menembus kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam, atau tekanan yang dirasakan saat motor direm dengan keras untuk menurunkan kecepatan dari 270 kilometer per jam sampai 80 kilometer per jam, atau ketegangan yang dialami saat menikung tajam hingga wajah terasa sangat dekat dengan aspal, sangat sulit untuk digambarkan dengan kata-kata.



Kompas yang mendapatkan kesempatan dibonceng dengan kecepatan di atas 200 kilometer per jam sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan itu. Namun, sensasi yang ditimbulkan sungguh sulit dilupakan. Mulai dari saat Ducati Superbike dipacu dengan cepat hingga roda depan terangkat, menikung tajam hingga wajah terasa sangat dekat dengan aspal, sampai saat dipacu dengan kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.

Seorang finalis asal Jakarta, yang mengaku pernah memacu sepeda motornya di Jalan Gatot Subroto pada tengah malam hingga 160 kilometer per jam, tidak bisa berkomentar ketika ditanyakan perasaannya. Ia berulang kali hanya mengatakan, ”Luar biasa!” (JL)

Artikel ini dimuat di harian Kompas, 5 September 2008, halaman 48

Label:

1 Komentar:

Blogger JIM mengatakan...

SEPANG MOTOGP TIKET PAKET TIKET+HOTEL 2MALAM 3 HARI, SEPANG MALAYSIA
HARGA 520RM
CATATAN:
1. TIKET MASUK SIRKUIT +HOTEL BINTANG 3 DE PALMA SEPANG 2MALAM 3 HARI
TGL 18-20 OCT 2008
2. TIKET DI AMBIL DI GATE SIRKUIT SEPANG MY
3. TAMBAH 30RM, JIKA INGIN SEAT WITH BIG SCREEN
4. TAMBAH 80RM JIKA INGIN TIKET DI KIRIM KE ALAMAT YBS
5. TIDAK TERMASUK TIKET PESAWAT/FISKAL
Note:
*. Dapat Official Tshirt + Cap Motogp Sepang
**. Hotel termasuk salah satu hotel rujukan dr Sirkuit Sepang, Bintang 3, 15 Km dr sirkuit, No. 2 terdekat.
***. Minat Hub, Adi Saputra
081319907537 - 08999877991
lord_saputra@yahoo.com
HANYA ADA 10 PAKET SAJA....!!!!

5 Oktober 2008 03.06  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda