Selasa, 20 November 2007

Sejarah Panjang Kelahiran Jip sebagai Kendaraan Militer

DI masa lalu, jip (jeep) identik dengan kendaraan perang. Itu tidak
mengherankan karena jip memang pertama kali dibuat untuk keperluan
perang. Jika orang berbicara mengenai jip, maka orang selalu mengacu
kepada jip Willys buatan Amerika Serikat yang pertama kali muncul
tahun 1941.





Padahal, tahun 1939, ketika Angkatan Darat (AD) Amerika
Serikat membuka tender bagi 135 perusahaan mobil di dalam negeri
untuk membuat kendaraan khusus bagi keperluan militer, Jerman sudah
dua tahun memiliki kendaraan yang memenuhi spesifikasi sebuah
kendaraan perang.






Tahun 1937, Mercedes Benz mengeluarkan G5, yang merupakan
kendaraan berpenggerak 4 roda (4 x 4, atau 4 wheel drive), ke-4 rodanya
bisa dikemudikan (4 wheel steering), dan menggunakan suspensi
independen pada roda depan dan belakang. G5 menggunakan mesin 4
silinder segaris yang menghasilkan daya 48 PK (paardekracht, daya
kuda).


Pada saat yang sama, BMW pun mengeluarkan 325, yang bentuk dan
spesifikasinya mirip dengan G5. Kemiripan itu tidak terjadi begitu
saja, karena sejak tahun 1933 AD Jerman memerintahkan semua pabrik
mobil di negara itu membuat kendaraan penumpang berpenggerak 4 roda
yang sama (seragam). Perbedaannya hanyalah BMW menggunakan mesin 6
silinder segaris yang menghasilkan daya 50 PK pada 4.000 putaran
mesin per menit (rpm).


Perintah AD Jerman pada tahun 1933 itu membuat Mercedes Benz
segera memodifikasi kendaraan lintas alam (cross country)-nya, yang
dikenal dengan nama G-Class atau kependekan dari Gelaendewagen (yang
padanan dalam bahasa Inggrisnya, land cruiser).


Mercedes Benz pertama kali muncul dengan kendaraan lintas alam
yang yang diberi nama G1 pada tahun 1926. Kendaraan itu bentuknya
mirip truk dan menggunakan 6 roda. Tujuh tahun kemudian, tahun 1933,
Mercedes Benz muncul G4 yang bentuknya mirip jip long chassis, tetapi
tetap masih menggunakan 6 roda. G4 ini kemudian dikembangkan lagi,
dan muncullah kendaraan beroda 4 yang berbentuk jip dan dinamakan G5.


Namun, setelah Jerman memulai Perang Dunia II dengan menyerbu
Cekoslovakia pada tahun 1939, membuat kebutuhan akan kendaraan perang
meningkat drastis. Hal itu menjadikan Hitler, Kanselir Jerman,
memerintahkan Ferdinand Porsche (yang pada tahun 1933 diminta untuk
membuat mobil rakyat) untuk mendesain kendaraan tempur.

Ferdinand Porsche bergerak cepat. Prototipe mobil rakyatnya, KdF, yang
di belakang hari populer dengan nama Volkswagen Beetle, langsung
dimodifikasi menjadi mobil tempur di pabrik KdF Wagen. Dan, pada
tahun 1939 itu pula, lahirlah Type 82 yang diberi nama Kuebelwagen
(mobil tangki, atau mobil ember).


Tidak heran jika mobil tempur ala Ferdinand Porsche itu berbasis
sama dengan Volkswagen Beetle, yakni menggunakan mesin 1.131 cc, 4
silinder, berpendingin udara, dan diletakkan di bagian belakang
mobil. Namun, karena Kuebelwagen dibuat untuk keperluan militer maka
ketinggian kendaraan dari permukaan tanah (ground clearance)
dinaikkan, dan sisi kiri dan kanan mobil dibuat datar agar mudah
diproduksi. Bentuknya sekilas mirip Volkswagen Safari, yang pada
akhir tahun 1970-an banyak di temui di Indonesia.


Berbeda dengan Mercedes Benz G5 dan BMW 325, Kuebelwagen bukanlah
kendaraan berpenggerak 4 roda. Penggerak 4 rodanya hanya berfungsi
saat gigi persneling berada dalam posisi 1.


Beberapa prototipe dikirim ke Polandia untuk mengikuti tes
lapangan yang dilakukan oleh divisi panser. Dan, Kuebelwagen dinilai
mudah dikemudikan dan kinerja lintas alamnya cukup baik. Beberapa
perwira sempat meragukan kemampuan kendaraan kecil dengan mesin di
belakang yang tidak menggunakan penggerak 4 roda itu. Namun, mereka
salah, Kuebelwagen menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan dan
paling dikenal dalam Perang Dunia II.


Semasa Jenderal Rommel memegang komando di Afrika, Kuebelwagen
membuktikan keandalan di padang pasir. Demikian juga, saat digunakan
untuk melintasi medan berlumpur dan bersalju saat Jerman menyerbu
Rusia. Bobotnya yang ringan menjadikan Kuebelwagen tidak mudah kandas
di medan berlumpur, kalaupun kandas hanya diperlukan dua orang untuk
mengatasinya.


Dalam Perang Dunia II itu, pabrik KdF Wagen yang membuat
Kuebelwagen juga membuat kendaraan amfibi, Tipe 128 dan Tipe 166,
yang diberi nama Schwimmwagen (mobil berenang). Mobil amfibi itu
menyandang mesin 25 PK untuk bergerak di darat, dan untuk bergerak di
air, pada bagian belakang mobil dilengkapi dengan propeler yang bisa
dilipat. Dengan menggunakan propeler itu, mobil amfibi itu bisa
bergerak dengan kecepatan 6 kilometer per jam. Dan, di dalam air,
mobil itu bisa dikemudikan dengan membelokkan roda depan ke kiri atau
ke kanan.

Selama Perang Dunia II berlangsung sebanyak 52.018 unit
Kuebelwagen dan 14.276 unit Schwimmwagen diproduksi di pabrik KdF
Wagen, di kota yang kini dikenal dengan nama Wolfsburg.

***
PADA tahun 1939, di saat Hitler meminta Ferdinand Porsche untuk
juga membuat kendaraan perang, di Amerika Serikat pun, AD membuka
tender bagi 135 perusahaan mobil di negara itu untuk membuat
kendaraan khusus bagi keperluan militer.
AD Amerika Serikat tidak menentukan bentuk dari kendaraan perang
itu. Persyaratannya hanyalah daya muat kendaraan itu 600 lbs (273,15
kilogram), jarak roda depan-belakang (wheelbase) tidak melebihi 75
inci (1,9 meter), kaca depan dapat dilipat (direbahkan ke depan),
berat kotor 1.200 lbs (544,31 kilogram), dan harus berpenggerak 4
roda.




Dari seluruh perusahaan yang diundang, hanya tiga yang memenuhi
persyaratan, yakni Bantam, Willys Overland, dan Ford.
Dan, 23 September 1940, sesuai dengan deadline yang diberikan AD
Amerika Serikat, Bantam muncul dengan prototipe kendaraan perang yang
diberi nama Blitz Buggy. Tanggal 11 November 1940, Willys muncul
dengan Quad, diikuti dengan Ford yang muncul dengan Pigmy tanggal 23
November 1940. Bentuk ketiga prototipe itu mirip satu sama lain. Itu
karena Willys dan Ford mendapatkan akses penuh terhadap prototipe
Bantam.


Blitz Buggy dianggap terlampau tinggi dari permukaan tanah dan
mesinnya kurang bertenaga. Quad terlalu berat, tetapi tenaga mesinnya
besar. Pigmy mudah dikemudikan, tetapi tenaga mesinnya terlalu lemah.
AD Amerika Serikat akhirnya memilih Quad yang bertenaga paling
besar. Mesin "Go Devil" mempunyai daya (kekuatan) 60 PK dan torsi
maksimum 14,5 kilogram-meter (kg-m) atau 145 Newton-meter (Nm), di
atas standar AD Amerika Serikat (12 kg-m). Torsi maksimum Blitz Buggy
dan Pigmy hanya 11 kg-m.


Selain itu, Willys juga memberi penawaran termurah, yakni 739
dollar AS. Kelemahan Quad hanyalah bobotnya terlalu berat, yakni
1.089 kilogram. Blitz Buggy hanya 922 kilogram. Padahal berat yang
dipersyaratan adalah 544,31 kilogram. Akhirnya diambil jalan tengah
dan diputuskan untuk menurunkan beratnya sampai 981 kilogram.

Tahun 1941, Willys muncul dengan MB yang merupakan versi
perbaikan. Namun, mengingat AD Amerika Serikat memerlukan kendaraan
perang dalam jumlah yang sangat banyak, maka Bantam dan Ford pun
diminta untuk membuat kendaraan perang sesuai dengan spesifikasi
Willys.



Willys menamakan kendaraan perang yang dibuatnya MA dan MB, Ford
menamakannya GP dan GPW, sedangkan Bantam menamakannya Bantam BRC-40.
Tidak diketahui mengapa dan kapan persis kendaraan perang itu
dinamakan jeep (jip). Banyak yang menganggap bahwa nama itu muncul
dari Ford GP (baca: ji-pi). Bahkan, tidak sedikit yang percaya bahwa
huruf GP itu merupakan singkatan dari general purpose (serba guna).
Padahal huruf G itu adalah singkatan dari government, dan P itu untuk
menunjukkan bahwa kendaraan itu dari kelas P, yang wheelbase-nya 80
inci (2 meter), berpenggerak 4 roda, dan beratnya 250 kilogram.


Dalam perkembangan selanjutnya, sempat dibuat jip yang kedap air
(waterproof). Bahkan, Ford pada tahun 1942 membuat jip amfibi yang
diberi nama Seep. Sosok Seep persis jip yang bagian bawahnya
berbentuk seperti kapal, dan di bagian belakangnya diberikan
propeler. Di dalam air, keempat roda dilipat dan propeler
difungsikan. Pada tahun 1950, Half Safe, yang merupakan modifikasi
canggih dari Seep, berhasil menyeberangi Atlantik.


Pada tahun 1941 itu juga, kendaraan perang AD Amerika Serikat
dikirimkan ke negara-negara Sekutu. Sebanyak 1.000 unit Bantam BRC-40
dibuat untuk AD Rusia. Sejak tahun 1938, Rusia sesungguhnya telah
membuat beberapa prototipe kendaraan tempur, tetapi bentuknya lebih
mirip panser kecil. Setelah mendapatkan Bantam, maka pada tahun 1943
Rusia mengeluarkan GAZ 67, yang sosoknya merupakan perpaduan antara
Mercedes Benz G5 dan Bantam.

GAZ 67 diklaim Rusia kinerjanya di medan offroad lebih baik
daripada Bantam, Willys, dan Ford. Namun, sayangnya GAZ 67 sangat
lahap dalam mengonsumsi bensin. Untuk menempuh perjalanan sejauh 1
kilometer diperlukan setengah liter bensin.

***
KEKALAHAN Jerman dalam Perang Dunia II pada tahun 1945, sekaligus
menghentikan pembuatan jip di negara itu. Setelah menyerah kepada
tentara Sekutu, nasib bangsa Jerman ditentukan sepenuhnya oleh Sekutu
(Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Rusia).

Jerman dibagi ke dalam empat sektor, yakni sektor Amerika
Serikat, sektor Inggris, sektor Perancis, dan sektor Rusia.
Belakangan sektor Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis digabung
menjadi Jerman Barat dan sektor Rusia menjadi Jerman Timur.

Pabrik KdF Wagen, yang tiga perempat bagiannya rusak akibat
pengeboman pasukan Sekutu, berada di sektor yang dikuasai tentara
Inggris yang dipimpin Mayor Ivan Hirst. Dengan bantuan Pemerintah
Inggris, pabrik KdF Wagen diperbaiki, dan mulai memproduksi mobil
kembali dari komponen-komponen yang ada di pabrik itu.

Setelah tahun 1945, Inggris menamakan perusahaan yang mengelola
pabrik itu Volkswagen, dan kota di tempat perusahaan itu berada
diberi nama Wolfsburg, sesuai dengan nama Puri yang terdapat di kota
itu.

Inggris kemudian menawarkan pengelolaan perusahaan mobil
Volkswagen ke tangan yang dianggapnya lebih kompeten. Namun,
perusahaan mobil Amerika Serikat, Ford, menolak karena menganggap hal
itu sebagai hanya membuang-buang saja. Pemerintah Perancis pun
menolak. Tahun 1948, Pemerintah Inggris menunjuk Heinrich Nordhoff
sebagai Eksekutif Senior Volkswagen, dan kemudian menyerahkan kembali
perusahaan mobil Volkswagen kepada Pemerintah Jerman Barat.

SETELAH Perang Dunia II selesai, muncullah jip untuk kalangan
sipil, yakni CJ yang merupakan singkatan dari civilian jeep. Tahun
1945, Willys meluncurkan CJ2 dan CJ3. Bahkan, Willys tidak lagi hanya
diproduksi di Amerika Serikat, tetapi juga diproduksi di negara lain
dengan lisensi. Di Perancis, Willys muncul tahun 1950 dan tahun 1955,
masing-masing dengan nama Delahaye dan Hotchkiss. Di Jepang, Willys
muncul dengan nama Mitsubishi Jeep J3 tahun 1953. Di Taiwan, jip
Willys muncul tahun 1956.
Pada saat yang bersamaan, juga muncul jip-jip lain. Di Jepang,
muncul Toyota Land Cruiser FJ21 (1952) dan Nissan Patrol (1950-an),
di Inggris muncul Land Rover (1948), dan di Italia muncul jip Fiat
Campagnola (1951).
Di Jerman, pembuatan jip praktis berhenti. Tahun 1969, Volkswagen
mengeluarkan Tipe 181, yang populer di Indonesia dengan nama
Volkswagen Safari. Mercedes Benz kembali membuat jip pada tahun 1979,
ketika meluncurkan mobil G-Class, yakni 230G, 240GD, 280GE, dan
300GD. Dan, tahun 1997, Mercedes Benz juga melangkah ke kelas sport
utility vehicle
(SUV), yakni mobil yang memiliki kemampuan jip dan
kenyamanan sebuah sedan.
Sementara itu, BMW sejak Perang Dunia II tidak pernah lagi
membuat jip. BMW langsung melangkah ke kelas SUV. Pada tahun 1999,
BMW muncul dengan X5.

Setelah Volkswagen meningkatkan produk-produknya dari mobil
rakyat menjadi mobil papan tengah (Golf dan Passat Baru) dan papan
atas (Passat W8 dan Phaeton W12), Volkswagen juga mengeluarkan SUV,
yakni Touareg.

Volkswagen Touareg baru akan diperkenalkan kepada umum di 2002
Paris Auto Show, bulan September mendatang. Touareg muncul dengan
mesin bensin 3.2 Liter (3.189 cc) V6 (241 PK) dan mesin diesel 5.0
TDi Liter V8 (313 PK).

Dalam angkatan bersenjata Amerika Serikat sendiri, peran jip sebagai kendaraan tempur diakhiri pada tahun 1983. Tahun 1979, angkatan bersenjata Amerika Serikat membuka tender bagi pembuatan kendaraan tempur baru mereka.

Maka, lahirlah High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle (HMMWV)
yang akrab dengan nama Hum-vee. Dan, kendara-an itu memulai debutnya
dalam Perang Teluk antara pasukan multinasional di bawah pimpinan
Amerika serikat melawan Irak pada tahun 1991.(JL)

Artikel ini dimuat di harian
Kompas, 23 Juli 2002, halaman 34

Label:

1 Komentar:

Blogger Tiara Kastuti mengatakan...

Keren banget artikelnya haha, thanks yaa. Epic juga ya sejarahnya.. mobil dari yang cuma semacam kereta kuda sampe kayak sekarang, punya interior mobil, AC mobil, jog mobil, dan karpet mobil gini. Kereenn.. thanks yaa artikelnya bermanfaat..

5 Juli 2017 01.43  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda